> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://docs.dibales.ai/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://docs.dibales.ai/whatsapp/setup-wa-follow-up/faq-wa-follow-up.md).

# FAQ WA Follow Up

Kumpulan pertanyaan yang paling sering muncul seputar fitur WhatsApp Follow Up. Kalau kamu baru pertama kali setup, mulai dulu dari [Setup WA Follow Up](https://docs.dibales.ai/whatsapp/setup-wa-follow-up), lalu kembali ke sini jika ada yang masih kurang dimengerti.

***

### Tentang List Kontak

<details open>

<summary>Dari mana saja kontak bisa masuk ke List?</summary>

Setelah list dibuka, kamu bisa menambah kontak lewat beberapa cara: **Add Contact** (manual satu per satu), **Import Excel** (upload file berisi nama & nomor), **Import dari WhatsApp** (ambil dari chat pribadi), dan **Import dari Grup WhatsApp** (ambil dari grup yang kamu ikuti). Selain itu, kontak juga bisa masuk otomatis lewat Trigger.

</details>

<details>

<summary>Bisakah kontak dipindah antar List?</summary>

Bisa. Di dalam list ada opsi untuk memindahkan kontak ke list lain, berguna untuk mengatur alur leads atau segmentasi, misalnya memindahkan leads yang sudah deal ke list khusus customer.

</details>

<details>

<summary>Kenapa sebaiknya nama List dibuat spesifik?</summary>

Supaya kamu gampang mengelola banyak campaign sekaligus. Pakai nama yang langsung kelihatan konteksnya, contohnya `Leads Umroh Desember`, `Calon Peserta Kelas`, atau `Follow Up Webinar 21 Mei`.

</details>

***

### Tentang Campaign

<details open>

<summary>Apa beda Step Type "Delay" dan "Specific Date"?</summary>

**Delay** mengirim pesan berdasarkan jeda waktu dari step sebelumnya, satuannya bisa menit, jam, atau hari. **Specific Date** mengirim pesan pada tanggal tertentu yang kamu tentukan. Pakai Delay untuk alur nurturing yang mengalir, dan Specific Date kalau pesan harus jatuh di tanggal tetap, misalnya pengingat acara.

</details>

<details>

<summary>Kapan Step pertama mulai jalan?</summary>

Step 1 aktif sejak kontak masuk ke list. Step berikutnya mengikuti jadwal dari step sebelumnya. Misalnya Step 1 di-set Delay 10 menit, maka pesan terkirim 10 menit setelah kontak masuk. Kalau Step 2 di-set Delay 1 jam, pesannya terkirim 1 jam setelah Step 1 terkirim.

</details>

<details>

<summary>Bisakah satu Step mengirim lebih dari satu pesan?</summary>

Bisa. Pakai **+ Add Messages** untuk menambah beberapa bubble pesan dalam satu kali waktu pengiriman. Berguna kalau kamu mau memecah pesan panjang jadi beberapa chat yang terasa lebih natural.

</details>

<details>

<summary>Bisakah melampirkan gambar atau dokumen di campaign?</summary>

Bisa. Setiap step punya kolom **File** untuk melampirkan gambar atau dokumen bersama pesan teksnya, misalnya katalog, poster promo, atau PDF pricelist.

</details>

<details>

<summary>Apa fungsi "+ Add Action" di dalam Step?</summary>

Untuk menjalankan aksi otomatis di tengah campaign, yaitu **Save ke List** atau **Remove dari List**. Contoh pemakaian: di step terakhir, kontak otomatis dikeluarkan dari list follow up supaya tidak menerima pesan berulang.

</details>

<details>

<summary>Sampai kapan campaign berjalan?</summary>

Campaign terus berjalan sampai semua step selesai, atau sampai kontak dikeluarkan dari list. Jadi kalau leads sudah deal, kamu bisa keluarkan dari list supaya follow up-nya berhenti otomatis.

</details>

***

### Tentang Trigger

<details open>

<summary>Apa saja yang bisa dilakukan satu Trigger?</summary>

Trigger berbasis keyword. Ketika seseorang mengirim keyword tertentu, sistem bisa menambahkan kontak ke list follow up, mengeluarkan kontak dari list, mengirim balasan otomatis (auto reply), atau melakukan beberapa aksi sekaligus dalam satu trigger.

</details>

<details>

<summary>Apakah Trigger berlaku untuk grup WhatsApp?</summary>

Tidak. Trigger hanya berlaku untuk chat **Personal** (1 on 1) dan tidak terhubung ke List Grup.

</details>

<details>

<summary>Apakah keyword tetap jalan kalau dikirim lewat balasan Story WhatsApp?</summary>

Ya. Trigger bekerja berdasarkan keyword, bukan dari mana pesannya datang. Selama keyword yang masuk cocok dengan aturan, trigger akan jalan baik dari chat langsung maupun dari balasan Story WhatsApp kamu.

</details>

<details>

<summary>Bisakah Trigger cuma untuk auto reply tanpa masuk campaign?</summary>

Bisa. Kalau kamu cuma butuh balasan otomatis tanpa aksi tambah ke list, atur balasannya saja tanpa menambahkan aksi list. Detailnya ada di halaman [Auto Reply (CTWA)](https://docs.dibales.ai/whatsapp/setup-wa-follow-up/wa-auto-reply-ctwa).

</details>

<details>

<summary>Bisakah balasan memanggil nama kontak?</summary>

Bisa, lewat variabel: `{first_name}` untuk nama depan, `{last_name}` untuk nama belakang, dan `{full_name}` untuk nama lengkap. Sistem mengambil nama dari kontak yang tersimpan di nomor pengirim.

</details>

***

### Lain-Lain

<details open>

<summary>Ada contoh script campaign yang bisa dicontek?</summary>

Ada. Kami sudah menyusun contoh script follow up yang bisa kamu jadikan referensi ➡️ [Contoh Script Campaign Follow Up (Google Docs)](https://docs.google.com/document/d/1KkZ6RBCNkeJOGErD_IKDA3sW5zgl7AozYR_1c9mhzy8/edit?usp=sharing)

</details>

<details>

<summary>Apa tips supaya campaign follow up tidak terasa spam?</summary>

Gunakan kalimat yang ringan dan personal, atur jeda waktu yang wajar antar pesan, tambahkan visual atau gambar untuk memperkuat pesan, dan pastikan setiap pesan punya tujuan yang jelas, entah itu edukasi, CTA, atau klarifikasi.

</details>

***

> 💡 Masih ada pertanyaan yang belum terjawab di sini? Hubungi tim support dibales.ai, dan kami bantu sampai automation kamu jalan.

<p align="center"><a href="https://wa.me/628887771210?text=konsultasi-wa-follow-up" class="button primary">Konsultasi dengan tim Support @dibales.ai</a></p>
